1.
Tauhid
Secara bahasa:
Tauhid merupakan masdar/kata benda dari kata wahhada – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan sesuatu.
Secara bahasa:
Tauhid merupakan masdar/kata benda dari kata wahhada – yuwahhidu, yang artinya menunggalkan sesuatu.
Secara
istilah syar’i:
Mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat
Mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat
2.
Aqidah
Secara bahasa:
Diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ikatan
Secara bahasa:
Diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ikatan
Secara
istilah syar’i:
Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Pembagian tauhid
Tauhid
Rububiyyah adalah
mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh
Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan
Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka.
(Al Jadid
Syarh Kitab Tauhid, 17).
Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur
alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh
Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan,
Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Di nyatakan dalam Al Qur’an:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ
وَالنُّورَ
“Segala
puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan
terang” (QS. Al An’am: 1)
Dan
perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik
mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang. Bahkan mereka menyembah dan
beribadah kepada Allah.
Tauhid Uluhiyyah adalah
mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun
batin (Al Jadid
Syarh Kitab Tauhid, 17). Dalilnya:
إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya
Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”
(Al Fatihah: 5)
Sedangkan
makna ibadah adalah semua hal yang dicintai oleh Allah baik berupa perkataan
maupun perbuatan. Apa maksud ‘yang dicintai Allah’? Yaitu segala sesuatu yang
telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, segala sesuatu yang dijanjikan
balasan kebaikan bila melakukannya. Seperti shalat, puasa, bershodaqoh,
menyembelih. Termasuk ibadah juga berdoa, cinta, bertawakkal, istighotsah dan isti’anah.
Maka seorang yang bertauhid uluhiyahhanya
meyerahkan semua ibadah ini kepada Allah semata, dan tidak kepada yang lain.
Sedangkan orang kafir jahiliyyah selain beribadah kepada Allah mereka juga
memohon, berdoa, beristighotsah kepada selain Allah. Dan inilah yang diperangi
Rasulullah, ini juga inti dari ajaran para Nabi dan Rasul seluruhnya,
mendakwahkan tauhid uluhiyyah
Pembagian syirik
1. Syirik Tanjim, seperti: Perbintanga, ramalan
yang berdasarkan keadaan bintang dan benda angkasa lainnya. Untuk meramal jodoh,
rezeki dan kematian.
2. Syirik Tiyarah, seperti: Meyakini kalau ada
kupu-kupu masuk kedalam rumah pertanda akan kedatangan tamu, dll.
3. Syirik Tama'im (Jimat), seperti: Kita
mempercayai suatu benda, yaitu seperti: gelang, kalung, cincin, gunting, benang,
peniti, dll.
4. Syirik Sihir, seperti: Mendatangi tukang
sihir untuk meminta mereka melakukan sihir.
Contoh di atas sudah terbukti, karena Allah
menjelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 88 dan An-Nisa ayat 48, yaitu:
QS. Al-An'am ayat 88, yang artinya:
“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang di kehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”
Akibat perbuatan syirik dalam ayat ini, 'Menggugurkan semua amal shaleh.'
“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang di kehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”
Akibat perbuatan syirik dalam ayat ini, 'Menggugurkan semua amal shaleh.'
QS. An-Nisa ayat 48, yang artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
Akibat perbuatan syirik dalam ayat ini, 'Kekal di neraka kecuali bertaubat.'
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah. Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
Akibat perbuatan syirik dalam ayat ini, 'Kekal di neraka kecuali bertaubat.'










0 komentar:
Posting Komentar